Persiapan
pidato memainkan peranan yang sangat penting dalam mendukung keberhasilkan
dalam berpidato. Berhasil atau tidaknya dalam berpidato banyak ditentukan oleh
persiapan pidato. Karena itu, apabila pembicara ingin berhasil dalam berpidato,
beberapa tahap persiapan pidato di bawah ini tidak dapat dilewatkan. Persiapan
pidato dapat dilakukan dengan mengikuti delapan tahap seperti dibawah ini
perhatikan baik-baik :
- Mempersiapkan mental dan
menyesuaikan kondisi saat kita berpidato nanti.
- Menentukan Tujuan Pidato Tujuan
dalam berpidato haruslah jelas, untuk apa kita berpidato, apakah
memberitahu, menghibur atau membujuk. Selain itu juga harus merumuskan
dengan jelas tujuan khususnya, yaitu tanggapan apa yang diharapkan setelah
pidato itu selesai.
- Memilih dan menyampaikan pokok
utama dalam berpidato Terkadang pokok persoalan sudah ditentukan oleh
panitia sebelumnya, terkadang pun kita juga diberikan kebebasan untuk
memilih pokok utama dalam berpidato. Tapi walaupun persoalan itu sudah
ditentukan atau belum, kita wajib menyempitkan pokok persoalan ini, untuk
disesuikan dengan kesanggupannya atau kemampuannya, minatnya dan waktu
yang disediakan untuk berpidato.
- Menganalisis pendengar dan
suasana Pembicara harus berusaha mengetahui siapa yang akan menjadi
pendengarnya. Jumlah mereka banyak atau sedikit, mereka umumnya tergolong
terpelajar atau tidak, bagaimana suasana dalam pidato nanti, apakah
hadirin duduk atau berdiri, pagi atau siang, di dalam ruangan atau di di
luar ruangan, dan lain sebagainya. Semua itu harus diperhitungkan agar
pidato kita bisa berhasil.
- Mengumpulkan bahan Kita dapat
mengumpulkan bahan yang sesuai dengan pokok masalah yang akan disampaikan
melalui banyak cara, diantaranya adalah :
a.
Membaca buku, majalah, Koran dan sumber sumber
pengetahuan lain yang sesuai dengan pokok masalah yang akan di sampaikan.
b.
Berwawasan atau bertanya kepada orang yang
sudah bepengalaman.
c.
Mengingat kembali pengamalaman pribadi yang
relevan.
- Membuat kerangka Berdasarkan
bahan bahan yang berhasil dikumpulkan itu lalu disusun pokok-pokok yang
akan dibicarakan menurut urutan yang baik. Di bawah pokok-pokok utama tadi
diadakan perincian lebih jauh, dengan itu pengertian bahwa bagian-bagian
yang terperinci itu harus memperjelas pokok-pokok utama tadi.
- Menguraikan secara mendetail Setelah
kerangka selesai disusun, maka pembicara bebas memilih, yaitu berbicara
bebas dengan sekali-kali melihat kerangka (metode ekstemporan), atau
menggarap pidato secara lengkap kata demi kata, kemudian dibacakan atau
dihafalkan (metode naskah atau metode menghafal). Jadi, cara menguraikan
kerangka pidato itu tergantung pada metode apa yang dipilih.
- Melatih dengan suara tegar
dalam artian untuk menghilangkan gugup.
Setelah semua persiapan selesai, pebicara sudah bisa mulai latihan berpidato dengan suara keras seperti yang akan dilakukan dalam pidato yang sesungguhnya. Ok berpidato tidaklah harus menghafal naskah yang paling utama adalah menyesuaikan dengan kondisi atau situasi saat kita berpidato.
No comments:
Post a Comment